Rezeki Sudah Allah yang Atur
Sore itu saat berjalan menuju halte busway. Saat dimana jalan begitu ramai dengan orang2 yang sudah penat seharian bekerja. Dari kejauhan aku melihat ada seorang bapak-bapak yang lumayan tua duduk di jalan, tepat sebelum tangga menuju busway. Disampingnya ada plastik hitam besar sekalu, asumsiku itu hasil pungutan sampahnya hari ini. Aku semakin dekat dengan tangga busway, dan kulihat seseorang ibu sedang mencari sesuatu di dalam tas, posisi ibunya tepat setelah bapak tua itu. Tetiba si ibu memberikan selembar uang pada bapak tua itu, aku melihatnya dan aku tahu itu uang 5000 itu. Dengan bahagia bapak tua itu menerima uang tadi dan si ibu segera bergegas naik ke halte busway.
Bukan
Bukan itu inti cerita ini.
Disaat ibu itu sedang mencari uang di dalam tasnya, disaat itu seorang penjual keliling (penjual kacang, buah, kadang juga jual tahu dll) mendekati ibunya, mungkin dikira si ibu sedang mencari uang untuk membeli dagangannya. Tapi sayang si ibu terlalu sibuk dengan mencari uang dan bahkan tidak sadar dengan kehadiran pedagang tersebut. Dan yang membuat makin miris adalah bahwa pedagang tersebut melihat apa yang saya lihat. Pedagang tersebut melihat saat ibu memberikan uang kepada bapak tua itu dan juga jumlahnya.
Aku sudah di tangga, aku terus berjalan menuju halte dan terus aku menoleh ke belakang dan melihat pedagang tersebut masih saja melihat bapak tua itu.
"Sungguh bahagia bisa mendapatkan uang sebanyak itu tiba-tiba. Aku tidak meminta uang 50000 itu, tapi alahkah indahnya jika 5000 dari uang biru itu engkau sisakan untuk membeli daganganku". Mungkin itu apa yang ada di pikiran pedagang tersebut.
Hal ini aku ceritakan pada orang dekat ku dan sungguh aku mendapatkan jawaban yang sangat memuaskan.
"Rezeki itu sudah Allah yang atur dan semuanya adil. Tau nggak kita, mungkin saja sudah beberapa hari bapak tua itu tidak makan atau tidak bisa membawa pulang rezeki untuk keluarga Tau nggak kita, mungkin saja beberapa hari yang lalu dagangan si pedagang laku keras. Husnuzon saja. Allah Maha Tahu dan Maha Adil. Kita yang cuma bisa melihat keadaaan di waktu itu saja tidak boleh mengambil kesimpulan sendiri."
Sooo.. keep being positive ya womenian :) :)
Mari tebarkan energi positif dan tetap bahagia
Bukan
Bukan itu inti cerita ini.
Disaat ibu itu sedang mencari uang di dalam tasnya, disaat itu seorang penjual keliling (penjual kacang, buah, kadang juga jual tahu dll) mendekati ibunya, mungkin dikira si ibu sedang mencari uang untuk membeli dagangannya. Tapi sayang si ibu terlalu sibuk dengan mencari uang dan bahkan tidak sadar dengan kehadiran pedagang tersebut. Dan yang membuat makin miris adalah bahwa pedagang tersebut melihat apa yang saya lihat. Pedagang tersebut melihat saat ibu memberikan uang kepada bapak tua itu dan juga jumlahnya.
Aku sudah di tangga, aku terus berjalan menuju halte dan terus aku menoleh ke belakang dan melihat pedagang tersebut masih saja melihat bapak tua itu.
"Sungguh bahagia bisa mendapatkan uang sebanyak itu tiba-tiba. Aku tidak meminta uang 50000 itu, tapi alahkah indahnya jika 5000 dari uang biru itu engkau sisakan untuk membeli daganganku". Mungkin itu apa yang ada di pikiran pedagang tersebut.
Hal ini aku ceritakan pada orang dekat ku dan sungguh aku mendapatkan jawaban yang sangat memuaskan.
"Rezeki itu sudah Allah yang atur dan semuanya adil. Tau nggak kita, mungkin saja sudah beberapa hari bapak tua itu tidak makan atau tidak bisa membawa pulang rezeki untuk keluarga Tau nggak kita, mungkin saja beberapa hari yang lalu dagangan si pedagang laku keras. Husnuzon saja. Allah Maha Tahu dan Maha Adil. Kita yang cuma bisa melihat keadaaan di waktu itu saja tidak boleh mengambil kesimpulan sendiri."
Sooo.. keep being positive ya womenian :) :)
Mari tebarkan energi positif dan tetap bahagia

Comments
Post a Comment