Merangsang Anak agar Suka Membaca
1. Gunakan WPD (wordless picture book) = Ini adalah jenis buku yang didominasi dengan gambar berwarna-warna dengan sedikit huruf. Gambar yang berwarna-warni ini akan memikat anak-anak.
Mengapa anak-anak (0-8 tahun) lebih baik diberikan buku jenis ini???
Nah Ternyata
Berdasarkan keilmuan psikologi dan berbagai penelitian neurologi, anak-anak di rentang usia 0-8 tahun memiliki sistem kerja otak yang didominasi oleh kinerja belahan otak kanan. Karenanya, mereka memang memiliki kemampuan memproses informasi yang berwujud kongkret berupa gambar, warna, serta suara. Sedangkan teks, masuk sebagai salah satu simbol yang sifatnya abstrak, sehingga memang belum cocok untuk anak-anak usia dini.
Mengapa anak-anak (0-8 tahun) lebih baik diberikan buku jenis ini???
Nah Ternyata
Berdasarkan keilmuan psikologi dan berbagai penelitian neurologi, anak-anak di rentang usia 0-8 tahun memiliki sistem kerja otak yang didominasi oleh kinerja belahan otak kanan. Karenanya, mereka memang memiliki kemampuan memproses informasi yang berwujud kongkret berupa gambar, warna, serta suara. Sedangkan teks, masuk sebagai salah satu simbol yang sifatnya abstrak, sehingga memang belum cocok untuk anak-anak usia dini.
2. Lakukan Kegiatan Read Aloud. Apa itu read aloud?. Read aloud adalah salah satu metode membacakan buku untuk anak. Nah ternyata Read aloud sendiri berbeda dengan mendongeng. Read aloud bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada buku, sedangkan mendongeng bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada cerita dan bahasa
Sudah banyak tulisan yang menjelasakan tentang read aloud. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kita memulai bercerita dengan teknik read aloud, yaitu: (referensi klik disini)
- Cari buku yang baik untuk anak dan diri kita. Dalam memilih buku ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu:
- Sesuaikan panjang cerita dengan usia dan rentang perhatian anak. Dapat dimulai dengan cerita yang pendek, secara bertahap ke yang lebih panjang. Cobalah dengan 2 atau 3 buku cerita yang pendek terlebih dahulu.
- Pilih buku cerita yang bisa membuat kita senang, baik cerita atau ilustrasinya.
- Pilih cerita yang menarik, banyak dialog, menggambarkan beberapa keadaan, adventure, dan memiliki muatan emosional yang sesuai dengan usia anak dan latar belakang anak.
- Bacakan sebanyak mungkin buku cerita anak. Jika menemukan pengarang atau illustrator yang baik, cari beberapa judul dari mereka. Anak akan mempunyai pengarang favorit. Biarkan dia membaca berulang-ulang. Sementara tetap perkenalkan dengan yang buku dan pengarang lainnya.
- Cari buku yang mengambarkan keadaan sehari-hari.
- Perlu diperhatikan bahwa buku disebut baru, jika anak belum pernah mendengar.
- Baca terlebih dahulu buku yang hendak kita bacakan ke anak kita
- Pilih buku cerita sesuai dengan tahapan usia perkembangan anak
- Bila usia anak sudah memungkinkan, sertakan anak dalam pemilihan buku
- Pilih buku diatas kemampuan baca anak tetapi dengan panjang cerita yang sesuai dengan ketahanannya mendengarkan cerita.
Bila tahap persiapan sudah dilalui dengan baik, maka selanjutnya adalah tahap pelaksanaan read aloud. Dalam tahapan ini ada beberapa teknik yang perlu diperhatikan, yaitu:
- Bacakan cerita dengan penuh kasih sayang
- Baca perlahan, ekspresif dan semenarik mungkin.
- Usahakan menggunaan suara/intonasi berbeda sesuai karakter
- Gunakan efek drama, ada tertawa, merengek, menjerit, berbisik, cepat, lambat, stop, sedih, meraug,meringkik dll sesuai karakter (dalam cerita)
- Tambahkan ‘body language’
- Ketika hendak membacakan cerita:
- Tunjukkan halaman depan
- Sebutkan judulnya, nama pengarang dan ilustratornya
- Sebutkan tema utama buku yang akan dibaca seperti “buku cerita ini mengenai…”
- Mulai dengan membicarakan gambar yang ada dibuku atau dengan membolak-balikkan gambar. Bayi perlu dibantu membolak-balikkan buku sedangkan anak usia 3 tahun keatas sudah bisa melakukannya sendiri
- Tunjukkan kata-kata dengan jari kita
- Mulai dengan beberapa menit membaca, seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan anak maka waktu membaca akan bertambah.
- Bila perkembangan anak sudah memungkinkan maka ajukan pertanyaan seputar cerita
- Pancing dengan beberapa pertanyaan, apa yang akan terjadi menurut kamu? Apa ini? Apa itu?
- Biarkan anak bertanya mengenai cerita
- Buat cerita sebagai cara untuk bercakap-cakap
- Biarkan anak menceritakan ceritanya, diusia 3 tahun seorang anak sudah bisa menghafal cerita dan biasanya senang diberi kesempatan untuk bercerita.

Comments
Post a Comment