Tekanan Darah Rendah atau Anemia?

Dua minggu setelah pernikahan saya kembali ke rutinitas biasa yaitu ke kantor. Saya menggunakan Transjakarta (TJ) seperti biasa. Tapi ada yang tidak biasa, kepala keliyengan dan rasanya mau pingsan. Saat itu kursi pernuh jadinya saya berdiri, daripada saya pingsan di dalam bus akhirnya saya memutuskan untuk jongkok. Ternyata beberapa orang di samping saya panik dan memanggil petugas TJ. Saya pun dipersilakan duduk di kursi prioritas. Jangan tanya malunya seperti apa saat saya duduk, semua orang melihat saya. Saya kira ini cuma karena saya kecapean aja setelah acara resepsi dan jalan-jalan bersama suami, tapi ternyata besok harinya saya juga mengalami pusing juga, syukurnya saya masih bisa menahan hingga sampai di halte tujuan. Wah ini tidak bisa dibiarkan, akhirnya pulang dari kantor saya cek tekanan darah di apotek terdekat (asumsi saya ini hanya tekanan darah rendah, jadi saya memutuskan tidak akan ke dokter karena saya tidak suka mengkonsumsi obat). Dan ternyata benar, tensi saya 80/60. Pulangnya saya mampir makan telur ayam kampung setengah matang dan dilanjutkan dengan makan bubur kacang hijau. Oh ya saya juga sudah coba cari di google makanan dan minuman apa saja yang bisa menambah tekanan darah. Saya rangkum disini ya.

  1. Minum air putih 8 gelas sehari.
  2. Konsumsi kacang, daging, hati ayam, roti, dan sereal.
  3. Minum susu sebelum tidur.
  4. Minum jus bit.

Setelah nanya ke beberapa orang, mereka mengasumsikan bisa saja saya anemia atau hamil. Nah sekarang saya akan jelaskan apa ciri-ciri anemia (sumber: jaringnews.com):

  1. Mata berubah warna
Sangat mudah untuk mendeteksi anemia dari mata. Ketika Anda meregangkan kelopak mata Anda, bagian bawah mata Anda idealnya harus merah cerah. Tapi jika Anda memiliki mata berwarna berbeda, itu seharusnya menjadi tanda anemia.

  1. Kelelahan
Jika Anda lelah sepanjang waktu selama satu bulan atau lebih, dapat berarti bahwa Anda memiliki jumlah sel darah merah yang rendah. Energi tergantung pada oksidasi dan rendahnya sel darah merah, ini akan membuat semakin rendahnya tingkat oksidasi dalam tubuh.

  1. Mual
Jumlah darah yang rendah kadang-kadang dapat memberikan gejala morning sickness atau mual segera setelah Anda keluar dari tempat tidur.

  1. Sakit kepala
Orang yang mengalami anemia sering mengeluh sakit kepala terus-menerus. Seperti hanya ada sedikit darah dalam tubuh, otak kekurangan oksigen. Hal ini sering menyebabkan sakit kepala dan mengomel.

  1. Jemari memutih
Ketika Anda menekan jari-jari orang yang sehat, ujung jari akan menjadi merah, karena semua darah yang diperas akan mengalir ke ujung jari. Tapi jika Anda mengalami anemia, ujung jari Anda akan menjadi putih.

  1. Sesak nafas
Jumlah darah yang rendah sebabkan kurangnya daya dukung oksigen dalam tubuh. Hal ini membuat Anda terengah-engah, bahkan saat melakukan aktivitas biasa sehari-hari seperti berjalan.

  1. Berdebar
Bila Anda kekurangan oksigen dan napas sesak, denyut jantung akan meningkat untuk menebus defisit energi. Hal ini membuat hati Anda berdebar dan Anda dapat mendengar hati Anda berdetak dengan cepat.

  1. Kulit pucat
Jika Anda mengalami anemia maka Anda akan terlihat pucat, kulit Anda akan menjadi putih kekuningan, pucat ini berbeda dari kewajaran.

  1. Rambut rontok
Karena kulit kepala tidak mendapatkan makanan yang cukup dari tubuh, Anda akan mulai kehilangan rambut di tingkatan yang sangat cepat.

  1. Kehilangan kekebalan
Ketika tubuh Anda memiliki hanya sedikit energi dan oksigen, kekebalan atau kemampuan untuk melawan penyakit jauh menurun. Anda akan mulai jatuh sakit.
Dilihat dari ciri-ciri di atas, saya juga terdeteksi anemia sehingga akhirnya saya memutuskan untuk membeli multivitamin penambah darah.
Mungkinkah kalau hamil? Bisa jadi sih, karena ini salah satu ciri-cirinya. Tapi saya memutuskan untuk tidak cek dulu. Hehe. Nanti saja kalau memang haidnya telat, baru diperiksa. Tapi saya tetap akan menjaga kesehatan dan tidak melakukan kegiatan yang berat-berat mulai dari sekarang.

Comments

Popular Posts